Sunday, July 6, 2014

Pasokan gas minim, industri kecil mrsa dianaktirikan

Kamar Dagang & Industri (Kadin) Indonesia mlhat, pasokan gas utk industri msh sngt minim. Pengusaha mrsa dianaktirikan krn industri non strategis sperti Industri kecil & Menengah yg mmang mmbtuhkan pasokan gas ckp banyak, tak mndpt pasokan sesuai kbthan.

"Industri msh dianaktirikan sesudah PLN, industri ttap mjd no 4," kata Wakil Ketua komite ttap Kadin Ahmad Wijaya dlm diskusi bertajuk 'OPEN ACCESS, Jembatan antra Produsen dg knsmen' di Hotel Sultan, Jakarta Rabu (12/12).

Dalam Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) no 3 thn 2010 mengenai alokasi & pemanfaatan gas bumi, sektor industri brd di posisi paling akhr yakni no 4 sesudah Lifting, PLN & Pupuk.

Ahmad menegaskan, sekarang ini PT Perusahaan Gas negra (PGN) telah memasok seluruh gas utk industri besar. tapi msh ada industri kecil yg blm memperoleh alokasi gas. sperti industri tekstil & industri sepatu.

"Di Jalan raya Tangerang, Jalan Raya Bogor, itu telah ada akses pipa yg lngsung masuk ke Industri besar," tegasnya.

Ahmad menambhkn, sampai hari ini energi yg digunakan industri yg non strategis blm banyak diakomodir olh BUMN yg mempunyai akses jaringan gas sperti PGN. walau tak mndpt pasokan melewati pipa, idealnya ada cara lain memasok gas utk mmnhi industri non strategis.

"Semestinya industri memperoleh gas alam terkompresi (Compressed Natural Gas/CNG) sperti tabung biru yg ada di rumah," jlsnya.

tribunnews.com