Sunday, July 6, 2014

Pemerintah mesti Berdayakan Sektor Industri Kecil

Pemerintah mesti dpt mlndungi sektor industri kecil, krn mrka mrpkan tulang punggung pertumbuhan ekonomi di dlm negri, bhkn mrpkan pioner dr perusahaan-perusahaan besar.

"Saat Indonesia mnglami krisis, industri kecil mrpkan industri yg bs brthan bhkn mampu berkembang, shg pertumbuhan ekonomi di dlm negri msh ttap brjln," kata Dewan Pembina Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) 2005, Martha Tilaar kpd pers di Jakarta, Minggu (22/5).

Ia mengatakan, pemerintah mesti mmberikn kemudahan kpd industri kecil utk mndkung pertumbuhan supaya bs berkembang lbh baik, krn tnpa dkngn pemerintah mk industri kecil akn susah berkembang.

Faktor utama supaya industri kecil trs maju, pemerintah mesti mmberikn kredit, sperti contohnya industri tempe & industri jamu yg memiliki prospek pasar ckp meyakinkan, bhkn industri itu bs mengekspor prduknya, katanya.

Pemerintah mesti mjd `bapak angkat` yg dpt mengerti kesusahan industri kecil, shg mrka mampu mengembangkan ushny. jgn dibiarkan mrka gulung tikar akbt kurangnya perhatian pemerintah.

"krn itu sy sngt antumurs dg usha Summarecon Agung yg merangkul industri kecil utk mmbka ushny di kawasan tsb, shg mrka memiliki tmpat mengembangkan usha dg lancar,"katanya.

Ia mengatakan, perusahaan pengembang itu sngt memprhtkn lingkungan & usha di kawasan Kelapa Gading sesuai dg visinya menyatukan semua usha tnpa mlhat perbedaan.

smbtan msyrkt ckp besar, mrka dtg ke festival ini dg antumurs menyaksikan brbgai keg yg berlngsung semenjak 21 - 29 Mei 2005.

Ketua Asosiasi Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Musa dlm peluang itu mengatakan, peragaan busana ini ini mrpkan strategi dr APPMI utk bs mengangkat citra fashion di Indonesia dg mengundang peserta dr luar negri.

"Kami harapkan peserta luar negri dpt mmberikn masukan bg prkmbngn fashion Indonesia & mndrong industri kecil utk dpt mlakukn transaksi baru dlm festival ini,"katanya.

APPMI utk ke 2 kalinya kmbli mndkung JFFF 2005 dg hsl yg ckp menggmbrakan, akbt adanya kesamaan visi dr APPMI & Mal Kelapa Gading dlm mndkung pengembangan industri model Indonesia.

Ketua JFFF 2005, Ng Ku Lai mengatakan, spirit gotong royong mrpkan faktor utama bg para peserta utk ttap dpt mengikuti keg tsb bhkn jmlh peserta makin besar ketimbang thn lalu.

tribunnews.com