Sunday, July 6, 2014

prduk industri kecil msh susah masuk mall

produk industri kecil & menengah (IKM) disinyalir msh susah utk memasarkan prduknya di pusat perbelanjaan/mal. Hal ini berhubungan dg kontrak pembagian untung pengelola mall msh dirasa sngt tinggi.

Hal tsb diungkapkan olh Dirjen IKM Kementerian Perindustrian Euis Saedah. "mmang msh repot krn konsesinya (kontrak) yg msh tinggi, 40 %," kata Euis di Jakarta, Selasa (10/4).

Euis mengatakan, IKM sekarang ini mengambil keuntungan sebesar 50 % dr ongkos prduksi. bila 40 % dr untung tsb diserahkan ke pemilik mall, mk pengusaha IKM hny mengambil keuntungan yg sdikit.

Dia mngaku jika dia sudah membicarakan hal ini kpd Menteri Perdagangan Gita Wirjawan ketika rapat dg Menteri Perindustrian.

"Tapi sy msh blm mlhat progressnya," kata dia. Euis mengharapkan, ke dpnnya prduk IKM bs memperoleh semcm 1 gerai khsus gratis utk memasarkan prduknya di mall.

disamping prtmbngan dr sisi kemampuan IKM, Euis jg mlhat dr sisi mall yg bersangkutan. "Kita jg tak bs mengesampingkan biaya-biaya yg dkeluarkn olh mall yg besar itu krn mrka jg ada biaya pajak, marketing, & infrastruktur yg lbh baik.

Selanjutnya, kata Euis, bila pihak mall menginginkan ada intervensi pemerintah agar prduk IKM bs masuk mall, contohnya dg mmberikn keringanan pajak pd pihak mall, mk hal itu msh mesti didiskusikan bareng.

tribunnews.com