Sunday, July 6, 2014

TDL naik 1 Juli 2014, industri kecil terancam gulung tikar

Pemerintah sudah memutuskan akn menaikkan tarif listrik industri & tarif listrik rumah tangga mulai 1 Juli 2014. Kenaikan tarif listrik dlakukn dg alsn, PLN berncna membangun pembangkit listrik baru utk mningkatkn kapasitas listrik di dlm negri.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi menyayangkan keputusan tsb. kbjkan kenaikan listrik memukul pelaku industri, trtma industri kecil yg terancam gulung tikar alias tutup.

"Saya cemas industri kecil & mrka tutup & tak mampu lgi akhrnya mjd agen barang luar negri. mrka jstru menjual barang impor krn tidak mampu prduksi," ucap Sofjan saat dijumpai di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (19/6).

tapi demikian, Sofjan mngaku blm mndpt keluhan lngsung dr industri kecil tsb. Keluhan akn disampaikan sesudah kenaikan 1 Juli 2014 mendtg. "Sektor yg terpukul itu tekstil, garmen. terlebih lagi skrg kompetisi ketat skli," katanya.

mnrutnya, kenaikan tarif listrik bikin industri nasional tidak lgi kompetitif. Harga prduk lokal akn lbh tinggi dr impor. Sebab, besarnya biaya operasional berimbas ke harga prduk yg dihasilkan.

"gimana mrka kompetisi dg barang impor. skrg sj prduk kita 30 % diatas barang impor kita engga kompetitif. Kita blm dptkan reaksinya apa high cost economy ditrunkn. Apa yg mrka rasakan nantilah," tutupnya.

sblmnya, mulai 1 Juli 2014 akn ada 6 jns pelanggan yg mnglami kenaikan tarif listrik. Pertama industri golongan I-3 non publik/non Tbk dg kenaikan rata rata 11,57 % yg dlakukn tiap 2 bulan mulai Juli 2014 mendtg.

Kedua golongan rumah tangga R-2 dg daya 3.500 VA sd 5.500 VA kenaikan bertahap rata rata 5,70 %. Ketiga, golongan P2 di ats 200 KvA scra bertahap rata rata 5,36 % tiap 2 bulan.

Keempat, golongan R-1 dg daya 2.200 VA dg kenaikan rata rata 10,43 % yg dlakukn tiap 2 bulan. Kelima, rumah tangga golongan R-1 dg daya 1.300 VA dg kenaikan rata rata 11,36 % yg dlakukn tiap 2 bulan. Terakhr, kenaikan tarif listrik penerangan jalan umum scra bertahap sebesar 10,69 %.

"bila semua dr 6 opsi ini mk penghematan akn mencapai Rp 8,51 triliun. Siappun jd presiden kedpnya dg menaikkan ini mk subsidi tak lgi memberatkan. Ini kita lakukan supaya tak memberatkan pemerintah baru," kata Menteri ESDM Jero Wacik.

tribunnews.com